21 Agu 2019

Cara Membuat Gulai Banak Atau Otak


Orang Indonesia memang pandai memanfaatkan semua bagian tubuh sapi. Otak sapi pun dimasak menggunakan kuah berbumbu menjadi gulai otak dari Minang. Meskipun rasanya gurih enak, banyak orang menghindarinya karena berkolesterol tinggi. Apa benar?

Otak sapi di konsumsi di negara Indonesia, Pakistan, Meksiko, El Salvador, Amerika Serikat, Portugal, Spanyol, Italia, dan Perancis. Organ sapi tersebut di sukai karena bertekstur lembut dan sangat gurih.

Di Sumatera Barat, otak sapi di masak menjadi gulai banak alias gulai otak. Otak sapi mentah dicuci bersih, dikukus atau direbus, dibuang kulit arinya, dan dipotong-potong terlebih dahulu sebelum dimasak.

Bumbu gulainya pun mirip dengan gulai Minang pada biasanya, yaitu di antaranya memakai santan, cabe merah, kunyit, serta bumbu, herba, dan rempah lainnya sehingga kuahnya berwarna merah-oranye dan kental.

Bedanya, gulai otak memakai asam kandis dan daun mangkokan yang dirajang halus untuk mengurangi bau amis pada otak sapi.

Hasilnya adalah sajian perpaduan otak yang gurih lembut dengan kuah gulai yang kental berbumbu.

Walaupun lezat, banyak orang menghindari makanan tersebut pada saat makan di rumah makan Minang . Sebab, setiap 100 gram otak bisa mengandung 3.100 mg kolesterol atau lebih dari 10 kali lipat batas harian yang disarankan menurut Program Edukasi Kolesterol Nasional Amerika Serikat.

Menurut situs Self Nutrition Data, 100 gram dalam otak sapi ada 11,7 gram protein yang berfungsi untuk otot dan juga 1 gram DHA yang bisa membantu menjaga fungsi otak.

Otak sapi juga banyak mengandung selenium (21,8 mikrogram, 31% dari anjuran harian) dan tembaga (0,2 mg, 11% dari anjuran harian) per 100 gram. Selenium menjaga kesehatan jaringan tubuh dengan mencegah kerusakaan akibat radikal bebas, sedangkan tembaga membantu sel-sel tubuh memproduksi energi.

Vitamin B5 dan B12 pun banyak terkandung di dalam otak sapi. Vitamin B5 (1,2 mg, 12% dari anjuran harian) berperan penting dalam metabolisme dan produksi hormon.

Sementara itu, 10,1 mikrogram vitamin B12 dalam otak sapi yang melebihi rekomendasi harian (168%) berperan dalam kesehatan sistem syaraf dan membantu pembentukan sel darah merah baru.

Jadi, jika tidak ada pantangan, menyantap gulai otak boleh saja asal sesekali dan tidak berlebihan. Di makan dengan nasi putih hangat, sedap tenan!

Nah, kalau Anda penasaran untuk membuatnya sendiri di rumah. Berikut ini merupakan resep gulai banak:

Bahan-Bahan :

  • 1 potong otak sapi atau kerbau
  • 10 lembar daun mangkokan (tapak leman)
  • 1 batang serai
  • 1 lembar daun kunyit
  • 2 potong asam kandis
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 750 cc santan dari 1 butir kelapa
  • Garam dan penyedap rasa seperlunya

Bahan Yang Harus Di Haluskan :

  • 15 buah cabe merah keriting
  • 12 buah bawang merah
  • 6 buah bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 2 cm lengkuas

Cara Membuat Gulai Banak :

  1. Terlebih dahulu potong halus daun mangkokan, kemudian remas-remas dengan 1 sendok makan garam. Diamkan selama menit, lalu cuci bersih, tiriskan.
  2. Panaskan air, masukan otak kedalamnya selama 5 menit, lalu angkat. Buang kulit ari dan urat-urat darahnya.
  3. Setelah bersih potong-potong bentuk dadu.
  4. Campurkan santan dengan bumbu-bumbu, masak sampai mendidih sambil sesekali diaduk.
  5. Masukan daun mangkokan. Biarkan sebentar sampai daun layu, baru masukan otak.
  6. Terakhir setelah santan kembali mendidih baru diangkat dan dihidangkan.

Nah, jadi itulah cara membuat gulai banak (otak). Semoga artikel ini bermanfaat. Sekian danTerima Kasih.

Buka Komentar