22 Agu 2019

PENTING Untuk Orang Tua !!! Cara Merawat Organ Intim Pada Bayi


Kulit sekitar organ intim bayi sangatlah lembut dan sensitif, sehingga murah mengalami iritasi. Itulah sebabnya, membersihkan dan merawat organ intim bayi tidak boleh sembarangan saja.

Kunci merawat organ intim bayi yaitu membersihkannya sesegera mungkin setiap kali dia buang air kecil atau buang air besar. Tujuannya agar urine dan tinja tidak mengiritasi kulit dan menyebabkan ruam popok atau infeksi.

Pada umumnya, cara membersihkan dan merawat organ intim bayi bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Memakai air saja atau air dan sabun khusus bayi yang mengandung pelembab. Pastikan sabun bayi ini tidak mengandung pewangi dan alkohol. Begitu juga halnya jika memakai tisu basah.
  • Setelah membersihkannya, jangan lupa mengeringkan organ intim bayi menggunakan handuk atau kain lembut yang bersih.
  • Mengoleskan krim untuk mencegah ruam popok.
  • Sesekali tidak mengenakan popok pada bayi selama seharian ketika sedang berada di rumah.

Namun karena organ intim kedua jenis kelamin tidaklah sama, ada perbedaan antara cara membersihkan dan merawat organ intim bayi laki-laki dengan bayi perempuan.

Merawat Organ Intim Bayi Laki-Laki

Cara membersihkan dan merawat organ intim bayi laki-laki yang telah disunat berbeda dengan yang tidak disunat. Berikut ini adalah uraiannya:

Penis Bayi Yang Belum Di Sunat

Pada saat memandikan atau menggantikan popok, seka penis dan kantong zakar (skrotum) bayi secara perlahan-lahan untuk membersihkan kotoran yang menempel. Gunakan kain atau kapas yang bersih yang telah dibasahi dengan air, atau dengan air yang dicampur sabun khusus bayi.

Kulup penis bayi yang belum di sunat secara alami menempel pada kepala penis, dan baru akan terpisah pada saat bayi berusia 2-3 tahun. Anda tidak perlu menarik kulit kulup pada saat menyeka atau membersihkan penisnya, agar penis tidak terluka akibat robeknya kulit kulup.

Penis Bayi Yang Telah Di Sunat

Jika bayi telah disunat sejak lahir, itu berarti kulit kulup telah diangkat dan dibersihkan. Apabila penis bayi terlihat merah, bengkak, dan keluar sedikit lendir berwana kekuningan setelah disunat, Anda tidak perlu risau. Ini kondisi yang normal dan merupakan tanda proses pemulihan luka.

Untuk membersihkannya, cukup cuci penis menggunakan air secara perlahan-lahan, terutama beberapa hari setelah sunat. Anda tidak perlu tergesa-gesa memakaikan popok setelah membersihkan penisnya. Biarkan area organ intimnya mendapatkan udara untuk mempercepat proses penyehatan.

Anda juga dapat mengoleskan petroleum jelly pada penisnya untuk mencegah gesekan pada saat mengenakan popok. Setelah luka bekas sunat sehat, Anda dapat mulai membersihkan penis Si Kecil dengan air yang telah dicampur sabun bayi. Saat mau memakaikan popok, arahkan penisnya ke bawah agar terlindung dari gesekan.

Merawat Organ Intim Bayi Perempuan

Setiap kali mengganti popok atau memandikan bayi perempuan, bersihkan organ intimnya dari depan ke belakang (dari arah vagina ke anus). Hal tersebut untuk mencegah bakteri atau kotoran dari anus berpindah ke vagina.

Pada dasarnya, vagina bayi mempunyai kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Namun jika ada kotoran atau tinja yang masuk ke bibir vagina bayi, Anda dapat membersihkannya dengan cara ini :

  • Cuci tangan Anda sebelum memulai membersihkan organ intimnya.
  • Buka bibir vagina bayi dengan sangat hati-hati.
  • Bersihkan secara perlahan dengan mengusapkan kain lembut yang bersih dan telah dibasahi air ke sepanjang lipatan organ intim bayi, dari depan ke belakang.
  • Bersihkan masing-masing sisi bibir vagina sampai benar-benar bersih dan tidak ada kotoran yang tersisa.

Pada saat baru lahir sampai beberapa minggu pertama, area vagina bayi mungkin terlihat membengkak, merah, dan terkadang mengeluarkan cairan putih, bening, atau sedikit disertai darah.

Anda jangan risau, karena hal tersebut normal terjadi akibat pengaruh hormon ibu pada saat bayi masih dalam kandungan. Kondisi tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.

Yang perlu diingat dalam merawat organ intim bayi adalah orang tua harus rutin mengecek kondisi popok bayi dan menggantinya setiap kali ketika telah basah atau kotor oleh tinja. Hal tersebut agar kulit bayi tetap kering, bersih, sehat, dan terbebas dari ruam popok. Hindari menaburkan bedak bayi atau baluran jamu pada organ intim Si Kecil.

Jika Anda masih bingung dalam merawat organ intim bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau perawat.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sekian dan Terima Kasih.

Buka Komentar