21 Agu 2019

Ciri-Ciri Game Online Akan Di Tutup


Masuknya game online pada tahun 2000-an awal membuat banyak perubahan gaya hidup segala kalangan dan umur masyarakat di Indonesia.

Pada awal game online baru di perkenalkan, gamers waktu itu masih jauh lebih familiar dengan tipe game konsol dan arcade yang sudah lebih dahulu menjamur.

Namun, tidak membutuhkan waktu lama, game online di Indonesia merebut banyak perhatian dan perbincangan yang dimulai dari kalangan anak-anak muda sampai remaja.

Dalam 3 sampai 5 tahun pertama (2000-2005), pertandingan game online telah bisa dengan mudah ditemukan informasi dan media promosinya di publik baik secara offline maupun online.

Perjalanan Industri Game Indonesia tidaklah singkat, banyak proses yang sudah dilalui dalam beberapa tahun terakhir.

Hal-hal yang sering di rindukan kan oleh para gamers sekarang adalah game online yang dulu pernah mengisi hari-hari sepanjang waktu yang sekarang sudah tiada.

Berdasarkan ratusan game online (PC+Mobile) yang pernah hadir di Indonesia, disini akan Admin jelaskan sejumlah poin-poin tipe dan ciri - ciri game online yang akan tutup.

1. Cheat

Cheat adalah faktor paing parah yang membuat para gamers segera lambat laun berpindah atau berhenti dalam bermain game online.

Lambatnya respon game publisher dalam menghadapi masalah cheat di game online sangat sering terjadi sehingga game menjadi semakin sepi ditinggalkan oleh gamers sampai pada waktu yang sangat singkat game online tersebut berujung dengan penutupan.

2. Kondisi Server ( Trouble/Slow/Lag )

Kemampuan server di dalam mengoperasikan game online mempunyai keutamaan dalam kenyamanan gamers pada saat bermain.

Faktor tersebut sangat sering sekali di temukan pada era game online 2000-2012, banyak dari game online yang rilis pada masa itu yang mempunyai kemampuan server yang sangat minim sehingga mengorbankan kesabaran dari gamers.

Gamers yang tidak puas dan kesal dengan game online yang mempunyai masalah dengan server yang Trouble/Slow/Lag ini mengambil alternatif bermain game online yang sama di server lain (Negara lain) atau bahkan private server.

3. Toxic ( Sara / Flamming )

Kondisi sosial komunitas pada game online juga mempengaruhi kenyamanan dan faktor alasan kenapa game online harus tetap dipertahankan dan dimainkan oleh gamers.

Tidak semua gamers di dalam bermain game hanya untuk diri sendiri atau hanya untuk sekedar melalui dan menyelesaikan rintangan yang ada saja.

Sebagai makhluk sosial, layaknya dunia nyata, hubungan antar gamers sangat mempunyai peran dan bahkan menjadi ikatan yang menjadikan game online tersebut layak untuk dimainkan.

Bila kondisi suatu komunitas game online tidak dijaga sampai menimbulkan keresahan hingga kebencian tentu menjadikan game online tersebut banyak ditinggalkan oleh gamers yang tidak nyaman karenanya.

4. Penipuan

Pada game online kasus penipuan juga nyata terjadi dan tidak sedikit korban dengan nilai kerugian yang besar sudah dihasilkannya.

Dengan segala jenis modus yang bermacam-macam, mulai dari menyamar sebagai game master, teman, atau bahkan pacar dilancarkan guna meraup keuntungan dari gamers lain yang lengah.

Penipu disini berusaha mencari cara mendapatkan akses id dan password dari gamers untuk mengambil alih akun atau bahkan mengelabui dalam transaksi in-game yang tidak legal.

Meskipun tidak banyak korban dalam penipuan yang ada di setiap game online, namun berita tentang penipuan tersebut bisa memengaruhi image dari developer game dan game online.

Gamers yang mengetahui kasus penipuan dari game online akan memikirkan apakah akan tetap bermain atau meninggalkan game online tersebut.

5. Money Gaming

Money gaming adalah perilaku yang tidak baik dari game master game online yang melakukan transaksi illegal jual beli dengan gamers dengan iming-iming item virtual game VIP.

Tidak sedikit ditemukan kasus game online yang kedapatan mempunyai game master yang curang dengan memperjual belikan virtual item langsung kepada gamers.

Hal yang ditimbulkan dari aktifitas tersebut adalah akan mempengaruhi image dari game online dan game publisher serta mempengaruhi kestabilan perekonomian in-game serta mengurangi pendapatan langsung ke game publisher.

Menjadi Game Master adalah posisi yang sangat menggoda, karena pada posisi ini, seseorang bisa dikatakan menjadi tuan di dalam game online.

Perilaku menyimpang dari Game Master yang mau memperoleh keuntungan cepat sesaat inilah yang mengorbankan umur panjang dari game online.

Hukuman bagi pelaku adalah pidana serius dan berujung dengan kepolisian, tapi sayang, aktifitas tersebut kerap terjadi meskipun pelaku tentu telah menyadari resiko yang akan dilakukannya.

6. Slow Atau Stop Update Game Developer

Melambatnya update game online dari pihak game developer juga menjadi faktor yang penting penyebab berhentinya gamers dalam bermain game.

Bahkan bila suatu game online tidak mempunyai tanda/ciri dari kelima poin diatas, game online bisa sewaktu-waktu mengalami penutupan dari pemberhentian perpanjangan kontrak dari game publisher karena lambatnya atau berhentinya update game dari pihak game developer.

Dalam tugasnya, game publisher tidak mempunyai akses atau kemampuan dalam membuat suatu patch atau konten game related tanpa adanya peran game developer.

Game publisher harus mempunyai fokus dalam pengelolaan operasional game online dengan berhubungan dengan game developer untuk bisa membuat suatu konten dan aktifitas.

Kerugian yang ditimbulkan dengan tidak adanya atau lambatnya update game akan membuat gamers bosan pada saat bermain dan lambat laun akan meninggalkan game online tersebut.

Sebagai perusahaan yang mempunyai perhitungan operational cost, tentu game publisher tidak bisa menahan lebih lama dari semakin menurunnya pendapatan yang diterima.

Menjadi cara yang masuk akal untuk mengehentikan layanan game online dari sisi game developer apabila game online tersebut mulai mengalami penurunan dan menuju definisi penghasilan.

Semoga bermanfaat untuk para gamer. Sekian dan Terima Kasih.

Buka Komentar