29 Agu 2019

Pengertian, Manfaat, Dan Cara Penggunaan Cuka Apel


Pengertian Cuka Apel

Cuka apel merupakan minuman yang dibuat dengan cara melumatkan apel dan memeras cairannya. Sesudah cairan apel di dapat, nantinya akan di tambahkan bakteri dan ragi, ditambahkan ke dalam cairan untuk memulai proses fermentasi alkohol.

Selain ragi, ditambahkan juga gula di dalam cairan apel yang akan di ubah menjadi alkohol. Dalam proses fermentasi yang kedua, alkohol diubah menjadi cuka oleh bakteri pembentuk asam asetat (acetobacter).

Cuka yang di dapat dari proses fermentasi panjang juga menyisakan komponen kayak asam asetat, asam gallic, katekin, dan lainnya. Ini menjadikan cuka mempunyai manfaat sebagai antioksidan dan juga antibakteri. Sekarang ini cuka, terutama cuka apel, mulai kembali di manfaatkan oleh masyarakat dan di konsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Dan cuka apel dikabarkan dapat membantu pengobatan penyakit.

Apa saja manfaat cuka apel untuk kesehatan?

Ada beberapa macam manfaat cuka apel yang banyak di cari oleh masyarakat untuk mendapatkan manfaatnya. Berikut adalah manfaatnya :

1. Cuka Apel Membantu Menurunkan Berat Badan

Salah satu manfaat cuka apel yang banyak di yakini yakni membantu Anda menurunkan berat badan. Di kutip dari WebMD, Debbie Davis, RD, seorang pakar ahli gizi menyatakan bahwa cuka apel mungkin berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Sebuah penelitian yang mempelajari efek jangka panjang cuka apel pada kesehatan menemukan bahwa mengkonsumsi cuka apel bisa membantu menurunkan berat badan, walalupun memang dalam jumlah yang sedikit.

Pada penelitian manfaat cuka apel, para peserta diminta mengkonsumsi 2 sendok makan cuka sebelum makan besar setiap harinya selama 4 minggu. Dan nyatanya, berat badan yang turun berkisar 1-2 kg.

Menurut beberapa ahli, cara menurunkan berat badan yang baik dan benar yakni tetap dengan menjaga pola makan sehat di iringi dengan olahraga. Anda di suruh untuk tidak lantas menjadikan konsumsi cuka apel sebagai satu-satunya cara menurunkan berat badan Anda, tanpa ada perubahan pola makan atau olahraga.

Mengatur Kadar Gula Darah

Ini merupakan salah satu manfaat cuka apel yang paling terkenal. Terutama bagi penderita diabetes, kadar gula di dalam darah adalah suatu hal yang harus diperhatikan dengan serius. Suatu penelitian yang di terbitkan di dalam jurnal Diabetes Care mangatakan bahwa cuka bisa meningkatkan sensitivitas insulin, terutama pada saat Anda mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Ketika Anda mengkonsumsi cuka apel sebelum makan, maka cuka apel bekerja dengan cara memperlambat proses pelepasan gula dari makanan ke dalam darah. Ini bisa mencegah Anda mengalami sugar rush, suatu keadaan di mana kadar gula di dalam darah melonjak tiba-tiba setelah Anda mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Penelitian yang lain mengatakan bahwa cuka apel bisa meningkatkan sensitivitas insulin 19 persen orang diabetes mellitus type 2 dan 34 persen orang pradiabetes. Mengkonsumsi 2 sendok makan cuka apel sebelum tidur di yakini bisa menurunkan kadar gula orang diabetes type 2 - 6 persen di saat pagi hari.

Carol Johnston, Ph.D. dari Arizona State University sudah mempelajari cuka apel selama lebih dari 10 tahun. Di katakan oleh WebMD, Carol mengatakan bahwa cuka apel mempunyai efek antiglikemik. Jelasnya, cuka apel dapat menghambat penyerapan karbohidrat sehingga gula darah Anda tidak meningkat secara cepat setelah makan.

Meskipun itu fokus terhadap pola makan sehat secara keseluruhan, Anda harus tetap melakukan jika Anda mempunyai penyakit diabetes. Para ahli tidak menyarankan untuk berhenti mengkonsumsi obat diabetes kemudian digantikan dengan cuka apel. Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.

Mengatasi Sembelit, Maag, Asam Lambung Dan Gangguan Pencernaan Yang Lain

Menurut Carol Johnston, karena sifatnya yang membatasi penyerapan karbohidrat, maka sebagian karbohidrat dan pati yang tidak dapat tercerna lalu akan menjadi makanan untuk bakteri baik yang terdapat di dalam sistem pencernaan Anda. Anda disarankan mengkonsumsi cuka apel yang belum mengalami proses penyaringan. Jenis cuka apel tesebut berwarna coklat keruh dan jika di diamkan akan terbentuk ampas pada dasar botol.

Ampas disebut “the mother”, kaya akan probiotik dan bakteri-bakteri baik yang lain, berperan di dalam menyehatkan saluran pencernaan. Jenis cuka apel tersebut bisa membantu kerja sistem imun dan bagi sebagian orang dapat mencegah sembelit semakin parah. Tidak hanya sembelit saja, mengkonsumsi cuka apel juga bisa membantu mengatasi gangguan asam lambung dan maag, meskipun hal tersebut tergantung dari masing-masing orang dan apa penyebab terjadinya maag.

Cuka Apel Untuk Diare

Cuka apel terbuat dari ekstrak apel yang sudah di fermentasi. Fermentasi apel tersbeut menghasilkan senyawa pektin yang membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Keberadaan bakteri baik di usus tersebut sangat baik bagi pencernaan, karena bisa melancarkan saluran pencernaan serta mencegah peradangan pada organ pencernaan.

Di lansir dari Medical News Today, suatu penelitian membuktikan bahwa cuka apel mempunyai sifat antibiotik alami yang bisa menghancurkan bakteri E.coli dan juga Salmonella.

Bakteri tersebut menjadi penyebab utama diare dan keracunan makanan. Karena cuka apel berperan sebagai antibiotik alami, beberapa peneliti mengatakan bahwa bahan tersebut efektif untuk mengatasi diare akibat infeksi bakteri.

Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa cuka apel bisa melambatkan proses pencernaan sehingga memberikan waktu feses bisa mengeras sebelum di keluarkan. Cuka apel yang mentah, organik, dan tidak disaring merupakan jenis cuka apel yang di sarankan untuk menjadi obat diare alami. Biasanya, cuka apel jenis tersebut berwarna keruh dan terdapat serat-serat yang halus di dalamnya.

Meskipun ada penelitian yang mengatakan bahwa bahan tesebut cukup efektif, masih dibutuhkan penelitian tingkat lanjut. Cuka apel yang melalui proses fermentasi menghasilkan asam asetat. Asam asetat inilah yang pada kebanyakan orang justru bisa menyebabkan sakit perut, mual, dan bisa juga memperparah diare.

Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Mengkonsumsi cuka apel secara teratur bisa menurunkan kadar lemak di dalam darah (lipid). Menurunkan kadar lipid bisa membantu mencegah penyakit jantung, yang menjadi salah satu faktor penyebab disfungsi ereksi (impotensi) yang ada pada pria.

Sebuah studi pada tahun 2014 tikus betina menemukan manfaat cuka apel yang mirip, yaitu mampu menurunkan lemak dalam darah. Lalu, studi pada tahun 2017 mengatakan bahwa tikus jantan yang di berikan cuka apel mempunyai kesehatan jantung dan pembuluh darah yang lebih baik. Wa;aupun tikus mengkonsumsi makanan tinggi lemak, cuka apel bisa mengurangi risiko obesitas yang berhubungan dengan kesehatan jantung yang buruk.

Tikus yang mengkonsumsi cuka apel juga cenderung tidak mengalami perubahan metabolik yang terkait dengan resiko obesitas dan penyakit jantung.

Masih perlu lebih banyak studi lagi untuk meneliti manfaat cuka apel memperbaiki masalah penyakit penyebab disfungsi ereksi, ataupun manfaatnya secara langsung pada impotensi.

Bagaimanapun juga, cuka apel tidaklah obat impotensi yang utama. Siapa pun yang mau memakai cuka apel sebagai pengobatan alami tetap harus bijak dan berhati-hati. Anda harus bertanya dulu hal ini kepada dokter. Menurut beberapa ahli, cara mengobati impotensi yang baik dan benar tetap dengan cara mengatasi penyebabnya, menjaga pola makan, dan berolahraga secara teratur.

Untuk Obat Psoriasis Alami

Biasanya, manfaat cuka apel lebih banyak di pakai untuk mengawetkan makanan. Makin majunya zaman, National Psoriasis Foundation sudah berhasil menemukan manfaat cuka apel sebagai obat psoriasis alami, terutama untuk psoriasis kulit kepala.

Cuka apel mempunyai sifat antiseptik yang bisa membantu mengurangi iritasi dan gatal akibat psoriasis. Beberapa orang bahkan telah membuktikan adanya penurunan gejala psoriasis setelah merasakan manfaat cuka apel selama beberapa minggu.

Lalu, Bagaimana Cara Penggunaan Cuka Apel Yang Benar ?

Berikut Ini Penjelasannya :

Jika Anda mau mengkonsumsi cuka apel, hal paling penting yang harus Anda perhatikan yaitu cara meminumnya. Anda sangat tidak disarankan untuk langsung meminum cuka apel tanpa dilarutkan dalam air terlebih dahulu. Karena sifatnya asam, jika tidak Anda campur dengan air, cuka apel akan dapat melukai tenggorokan Anda. Selain itu sifat asam yang di miliki cuka apel juga berbahaya untuk kesehatan gigi karena bisa mengikis lapisan enamel gigi, hal tersebut akan menyebabkan gigi Anda gampang rapuh.

Perbandingan cuka apel dan air setidaknya 1 : 10. Jika Anda memakai 1 sendok makan cuka apel, campurkan dengan 10 sendok makan air putih. Mengonsumsi cuka apel setidaknya 1 - 2 sendok makan per harinya. Tidak ada aturan khusus kapan Anda diharuskan mengonsumsi cuka apel, tetapi beberapa orang umumnya meminum cuka apel di pagi hari atau sebelum dan setelah makan. Jangan lupa untuk berkumur dengan air setelah meminum cuka apel untuk menghilangkan asam pada mulut Anda agar tidak merusak gigi.

Pastikan Anda bertanya terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memakai cuka apel dalam pola makan Anda sehari-hari.

Jangan langsung menjadikan cuka apel sebagai pengganti obat-obatan jika Anda mengkonsumsi obat tertentu untuk penyakit Anda. Ingatlah bahwa gaya hidup sehat mempunyai peran terbesar dalam menjaga kesehatan Anda. Ini cara mengonsumsi cuka apel :

  • Batasi mengkonsumsi cuka apel. Mulai dari dosis kecil secara bertahap. Maksimal 2 sendok (30ml) makan per hari atau tergantung dari toleransi tubuh masing-masing.
  • Gunakan sedotan pada saat minum supaya tidak langsung mengenai gigi.
  • Cuci mulut. Setelah mengkonsumsi minuman yang mengandung cuka dari apel, berkumurlah. Atau untuk mencegah kerusakan enamel tingkat lanjut, sikat gigi setelah 30 menit mengkonsumsi cuka apel.
  • Hindari sari cuka apel jika Anda mempunyai gastroparesis, atau batasi jumlahnya tidak lebih dari satu sendok teh (5 ml) dalam sehari.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Sekian dan Terima Kasih.

Buka Komentar