Please Wait...

RajaBackLink.com

Hmm... Negara Indonesia Kurang Di Lirik Investor Nih... Bapak Jokowi Harus Bagaimana?

Negara Indonesia Kurang Di Lirik Investor

Paparan Bank Dunia di depan pemerintah menyebutkan 33 negara yang hengkang dari China sama sekali tidak melirik negara Indonesia sebagai tempat relokasi. Hal tersebut karena Indonesia di nilai terlalu sulit dan lama dalam proses perizinan usaha sampai di anggap kurang menarik dengan investor.

Menanggapi hal ini peneliti CSIS Fajar B. Hirawan mengungkapkan Indonesia sebetulnya tidak kalah menarik dengan negara tetangga di mata investor dalam maupun luar negeri. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan investor untuk menanam modal dalam negeri.

"Investor itu akan melihat resiko dan keuntungan yang akan di dapat," ujar Fajar pada saat dihubungi oleh pihak detik.com, Sabtu (7/9/2019).

Dia menyebutkan sekarang ini, secara makro kinerja ekonomi Indonesia sudah cukup menjanjikan. Namun ada hal yang perlu jadi perhatian penuh pemerintah.

Fajar menyebutkan, stabilitas negara harus juga di perhatikan, karena walaupun telah mendapatkan rating layak investasi dari berbagai macam lembaga pemeringkat internasional, meski baik dari aspek politik, hukum, keamanan dan ekonomi harus tetap juga di jaga.

Menurut dia, konflik yang terjadi di Papua baru-baru ini telah menjadi sorotan banyak negara dan di sebarluaskan oleh media global. Padahal momentumnya sama dengan keputusan perusahaan dari China untuk relokasi ke negara-negara di ASEAN.
Tidak hanya itu, pemerintah juga harus memperhatikan dan memperbaiki kemudahan dalam berbisnis di Indonesia. Meskipun peringkatnya terus membaik,tetapi banyak hal yang harus di perbaiki.

"Pelaksanaan OSS harus segera di sempurnakan, khususnya relokasi peraturan daerah yang menghambat investasi harus segera di cabut sebagai komitmen harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, law enforcement harus di jalankan," ujar Fajar.

Fajar menambahkan, daya pesaing tenaga kerja juga harus menjadi fokus pemerintah. Investasi padat karya menurun di akibatkan daya saing tenaga kerja masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Masalah yang di hadapi contohnya yaitu, rendahnya pendidikan tenaga kerja,di tidaksamaan antara pekerjaan dan pendidikan, dan juga terkait upah dan biaya tenaga kerja, termasuk juga biaya pesangon.

Menurut Fajar, pemerintah harus gencar menjalankan program pelatihan vokasi, magang berbasis kompetensi, serta yang tidak kalah pentingyaitu amandemen UU No. 13/2003, khususnya pasal 156 tentang biaya pesangon.

"Setidaknya, tentang biaya pesangon nilainya perlu lebih kompetitif di ASEAN, sehingga Indonesia akan di lirik oleh investor," kata Fajar.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menjelaskan, pemerintah telah berupaya melakukan penarikan investasi dengan berbagai macam cara. Mulai dari memperbaiki perizinan, pemberian tax holiday. Hal tersebut membuat Indonesia sesungguhnya telah menarik di mata investor.

Tapi masih ada hambatan untuk negara Indonesia dalam menjaring aliran modal asing yang masuk. Yaitu masalah pemberian izin dan pembebasan lahan. Oleh sebab itu pemerintah harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah harus memperbaiki masalah perburuhan dan pengupahan.

Nah, jadi itulah mengapa Indonesia kurang di lirik oleh investor. Semoga artikel bermanfaat untuk Anda. Sekian dan Terima Kasih.