24 Sep 2019

Orang Tua Wajib Tahu Sabun Dan Shampo Yang Aman Untuk Bayi


Kulit bayi lebih rentan mengalami ruam, kering, iritasi, dan radang dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Oleh karena itu, bayi membutuhkan produk perawatan khusus, termasuk sabun dan sampo yang aman untuk kulit bayi.

Baca Juga : Minuman Yang Bisa Menyehatkan Kulit Wajah

Karena masih tipis dan belum berkembang secara sempurna, kulit bayi rentan mengalami iritasi dan infeksi bila tidak dibersihkan dengan benar. Oleh karena itu, Bunda tidak boleh sembarangan dalam membersihkan kulit bayi. Produk-produk pembersih kulit yang di gunakan juga tidak boleh asal pilih.

Cara Memilih Sabun Dan Sampo Yang Aman Untuk Bayi

Bunda perlu teliti dalam memilih produk pembersih tubuh bayi, yakni sabun dan sampo bayi. Jika memakai produk yang kurang tepat, sabun dan sampo bayi dapat menimbulkan iritasi pada kulitnya.

Berikut ini merupakan cara yang dapat Bunda terapkan dalam memilih sabun dan sampo yang aman untuk bayi :

1. Perhatikan Kandungan Pada Kemasan

Saat membeli sabun, sampo, dan produk perawatan bayi lainnya, Bunda harus memastikan zat apa saja yang terkandung di dalamnya.

Pilihlah sabun atau sampo dengan kandungan pewarna, pewangi, dan deterjen yang paling sedikit, karena bahan-bahan tersebut dapat membuat kulit bayi mengalami iritasi. Pilihlah sabun dan sampo bayi yang tidak mengandung:

  • Antiseptik
  • Deodoran
  • Sodium laureth sulphate
  • Sodium lauryl sulphate
  • Phthalate
  • Paraben

Menggunakan sabun atau sampo bayi yang mengandung bahan-bahan di atas akan meningkatkan resiko bayi mengalami masalah kulit.

2. Pilih Produk Yang Berbahan Alami

Produk perawatan kulit berbahan dasar alami biasanya aman untuk bayi. Namun jika Bunda, Ayah, atau anggota keluarga lain ada yang mempunyai alergi terhadap bahan alami tertentu, hindari memakai produk dengan bahan tersebut tanpa berkonsultasi terlebih dulu ke dokter. Karena bisa jadi, bayi juga mempunyai alergi terhadap bahan tersebut.

3. Aman Dari Alergi

Pilihlah produk perawatan bayi yang berlabel "hypoallergenic" pada kemasannya. Itu artinya produk ini mengandung zat yang aman bagi kulit bayi dan kemungkinan besar tidak menyebabkan alergi.

Baca Juga : 6 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Ternyata Salah Dalam Medis

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap bayi mempunyai kondisi kulit yang berbeda. Memakai produk perawatan bayi bertanda "hypoallergenic" bukan berarti bayi pasti akan terhindar dari alergi. Namun paling tidak, kemungkinannya akan sangat kecil.

4. Aman Untuk Cradle Cap

Cradle cap atau kerak kepala merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya sisik berwarna kuning pada kulit kepala atau di sekitar telinga, alis, kelopak mata, dan ketiak bayi. Kondisi tersebut umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Namun jika cradle cap tidak kunjung hilang atau sulit dibersihkan, Bunda bisa membersihkannya dengan sampo bayi berbahan lembut dan bebas dari bahan-bahan iritatif, seperti parfum atau pewarna.

Cara Memandikan Bayi yang Benar

Bayi telah boleh dimandikan di bak mandi khusus bayi ketika dia telah mampu menopang tubuhnya sendiri untuk duduk, atau saat usianya sekitar 6 bulan.

Sebaiknya bayi tidak dimandikan terlalu sering atau lama. Untuk bayi berusia di bawah 1 tahun, cukup mandikan 2-3 kali seminggu, dengan durasi maksimal 5 menit setiap kali mandi. Terlalu sering atau terlalu lama mandi bisa membuat kulitnya menjadi kering.

Cara memandikan bayi yang benar:

  1. Siapkan semua perlengkapan mandi yang akan di pakai, seperti sabun, sampo, bak mandi, waslap, gayung, dan handuk.
  2. Isi bak mandi dengan air hangat seperlunya. Suhu air tidak boleh lebih dari 38 derajat Celsius.
  3. Lepaskan pakaian bayi, lalu masukkan dia ke bak mandi secara perlahan. Posisikan bayi seperti hampir duduk, topang kepala dan lehernya dengan salah satu tangan Anda.
  4. Mulailah dengan mencuci wajah bayi. Bersihkan wajah dan area di dekat matanya secara perlahan, memakai kain lembut yang dibasahi air hangat.
  5. Setelah itu, tambahkan sedikit sabun bayi ke kain waslap dan bersihkan tubuh bayi. Untuk bagian tubuh yang sering tertutup popok, bersihkan paling akhir. Setelah itu, bilas sampai bersih.
  6. Selesai membersihkan tubuh bayi, lanjutkan ke rambutnya. Teteskan sedikit sampo ke kepala bayi, lalu gosok rambutnya secara lembut dengan gerakan memutar. Saat dirasa telah cukup bersih, bilas kepalanya. Lakukan dengan hati-hati agar air bilasan tidak mengenai mata bayi.
  7. Saat semuanya sudah selesai, lap bayi dengan handuk yang lembut sampai kering. Secara perlahan, angkat bayi dari bak mandi dengan menopang leher dan kepalanya, lalu baringkan di atas kasur yang telah dilapisi handuk.
  8. Keringkan tubuh bayi dengan menepuk-nepukkan handuk ke kulitnya secara lembut. Geser handuk yang telah basah, kemudian pakaikan popok, baju, dan celananya.

Cara memandikan bayi tersebut tidak disarankan bagi bayi yang berusia masih di bawah 1 bulan dan tali pusarnya belum lepas. Tunggulah sekitar 1-4 minggu sampai tali pusarnya lepas dan lukanya telah benar-benar kering.

Begitu juga dengan bayi yang baru disunat. Hindari memandikan bayi di bak mandi sebelum bekas luka sunatnya sembuh secara sempurna. Cukup bersihkan tubuh bayi dengan kain atau spons lembut yang sudah dibasahi air hangat.

Baca Juga : 10 Cara Berhenti Merokok

Bila Anda masih ragu, tanyakanlah ke dokter anak mengenai kapan bayi boleh dimandikan dan bagaimana cara yang aman untuk memandikannya. Selain itu, tanyakan juga sampo dan sabun yang aman untuk kulit bayi.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sekian dan Terima Kasih.

Buka Komentar