13 Okt 2019

Cara Mengatasi Pusar Bayi Yang Berdarah


Pusar bayi berdarah bisa dialami bayi yang baru lahir atau beberapa minggu setelahnya. Hal tersebut dapat terjadi bila perawatan tali pusar bayi tidak dilakukan dengan benar. Luka atau perdarahan pada tali pusar perlu di cegah dan di tangani dengan segera, agar tidak terinfeksi.

Sesudah bayi lahir, tali pusar akan dipotong hingga tersisa sedikit yang disebut dengan tunggul pusar. Tunggul pusar biasanya akan lepas dengan sendirinya dalam waktu 10-14 hari, setelah sebelumnya mengering lalu kemudian menyusut.

Kadang-kadang pusar bayi berdarah dapat terjadi pada saat tunggul pusar mau lepas. Kondisi tersebut dapat Anda tangani dengan membersihkan area di sekitar tunggul pusar dan menekan sisa tali pusar tersebut secara lembut untuk menahan darah yang keluar.

Yang Harus Dilakukan Agar Pusar Bayi Tidak Berdarah

Perawatan agar pusar bayi tidak berdarah merupakan menjaga tali pusar yang tersisa tetap kering dan bersih. Perawatan tali pusar tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini :

  1. Biarkan tunggul pusar lepas dengan sendirinya dan jangan sampai ditarik.
  2. Jaga agar area sekitar pusar tetap bersih. Jika kotor, bersihkan dengan air bersih dan hindari penggunaan alkohol. Walau alkohol berperan sebagai disinfektan, beberapa dokter berpendapat bahwa zat tersebut justru bisa menyebabkan iritasi dan menunda penyembuhan luka.
  3. Setelah dibersihkan, keringkan area sekitar pusar dengan cara dikipasi atau ditepuk-tepuk perlahan dengan kain kering yang bersih.
  4. Saat pakai popok, pastikan bagian depan popok tidak menyentuh atau menekan sisa tali pusar.
  5. Pakaikan bayi pakaian yang longgar dan bisa menyerap keringat.
  6. Ganti popok bayi dengan rutin untuk mencegah urine atau kotoran bayi mengenai tunggul pusar.
  7. Jika tali pusar berdarah sedikit, tekan tali pusar memakai kasa steril atau kain bersih dengan lembut selama 10 menit. Perdarahan ringan tersebut umumnya akan berhenti dengan sendirinya.
  8. Jangan berikan jamu atau baluran obat herbal karna hal tersebut dapat mengiritasi tali pusar. Selain itu, benda-benda tersebut juga cenderung kotor sehingga bisa menyebabkan infeksi pada tali pusar.

Untuk mencegah pusar bayi berdarah, Anda sebaiknya tidak memandikan bayi dalam bak mandi. Memandikan bayi dalam bak mandi justru bisa membuat tali pusarnya basah dan tak kunjung kering. Untuk menjaga kebersihan Bayi, cukup basuh tubuhnya dengan memakai busa (sponge) yang lembut.

Infeksi Pada Pusar Bayi Berdarah

Pusar bayi berdarah juga dapat disebabkan oleh infeksi yang berisiko mengancam keselamatan bayi. Bunda harus segera membawa bayi ke dokter jika pusar berdarah disertai gejala-gejala berikut ini :

  • Kulit pusar menjadi merah dan bengkak.
  • Area pusar terasa lebih hangat dibandingkan dengan kulit perut di sekitarnya.
  • Bayi tampak kesakitan tiap kali perutnya disentuh.
  • Keluar cairan keruh seperti nanah dari pusar yang terkadang berbau tidak sedap.
  • Demam

Meski bayi tidak merasakan gejala-gejala tersebut, Anda tetap perlu segera membawanya ke dokter anak apabila tali pusarnya tidak kunjung lepas setelah 3 minggu. Hal tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh, sehingga muncul gangguan pada tali pusarnya.

Nah jadi itulah cara mengatasi tali pusar bayi yang berdarah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Ibunda yang ada di rumah. Sekian dan Terima Kasih.

Buka Komentar