Please Wait...

RajaBackLink.com

Airlangga Menyebutkan Rupiah Terlalu Kuat, Ini Kata Gubernur BI

Syukraka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Airlangga Hartanto mengapresiasi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang mampu mestabilkan bahkan menguatkan nilai tukar rupiah.

Tapi Airlangga mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar USA yang tembus di bawah Rp. 14.000 telah terlalu kuat, sehingga daya saing ekspor melemah.

Kata Airlangga di telekonferensi pada hari Selasa tanggal 6 Juni 2020 waktu malam

"Terkait dollar ini operasi moneternya Pak Gubernur baik. Cuman ini agak terlalu kuat Pak Gubernur, jadi daya saing kita agak alarming juga. Jadi kekuatan Pak Gubernur harus di - adjust sedikit."

Menanggapi hal itu, kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, penguatan atau pelemahan nilai tukar rupiah sangat bergantung pada faktor fundamental dan teknikal.

Sementara itu, faktor teknikal yang berpengaruh terhadap pergerakan rupiah yakni level premi resiko atau credit default swap (CDS) yang sempat melambung ketika terjadi kepanikan global pada pertengahan sampai akhir maret 2020.

Level CDS Indonesia pada saat ini tercatat 110, walaupun belum kembali ke level sebelum wabah COVID - 19, yakni 68.

Kata Perry Warjiyo :

"Secara fundamental (nilai) tukar rupiah masih undervalue. InshaAllah premi resiko akan membaik. Kita menimbang nilai tukar rupiah tetap baik untuk ekspor dan kebutuhan yang lain."

Seperti yang diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menunjukkan penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sempat mendekati level Rp. 17.000 per dollar AS, mata uang rupiah kini tercatat pada level Rp. 13.810 per dollar AS.

Tidak ada komentar untuk "Airlangga Menyebutkan Rupiah Terlalu Kuat, Ini Kata Gubernur BI"